Pages

Sabtu, 13 Oktober 2012

Teknik Budidaya Cabe Merah atau Rawit Dalam Pot secara Alami


Teknik Budidaya Cabe Merah atau Rawit Dalam Pot 
Apakah anda mengalami kesulitan bahkan pusing ketika ingin melakukan budidaya atau menanam cabe merah/rawit jika hanya memiliki lahan yang sangat sempit, berikut ini adalah solusi yang anda cari yaitu tips atau cara budidaya atau menanam tanaman cabe merah/rawit di dalam pot. Untuk mengatasi keterbatasan lahan yang anda alami.
Lahan  sempit sangat menghambat  kegiatan berkebun cabe merah/rawit, karena tanaman cabe merah ataupun rawit sangat membutuhkan ruang yang sangat luas untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk menutupi besarnya modal yang dikeluarkan. Karena memang usaha budidaya atau menanam cabe membutuhkan banyak sekali modal. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menanam apa-apa. Dengan memanfaatkan area  seadanya, kegiatan berkebun atau usaha budidaya tanaman cabe yang akan anda jalankan  justru bisa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Misalnya Menanam cabe dalam pot, selain kondisinya lebih mudah dikontrol tanaman cabe di dalam pot  juga  dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Apalagi jika menggunakan pola bercocok tanam dengan sistem vertikultur (ditanam bertingkat), pasti terlihat lebih artistik dan  hasilnya pun akan berlipat bila dibandingkan dengan sistem budidaya tanaman cabe konvensional yang ditanam di lahan secara langsung dalam luas areal yang sama.
langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya atau menanam cabe merah/rawit  diantaranya :
 A. Menyiapkan Bibit tanaman cabe merah/rawit
Bibit tanaman cabe merah/rawit itu  sendiri  merupakan faktor yang paling menentukan . Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tanaman cabe merah/rawit tersebut tidak akan memperoleh hasil  yang optimal jika bibit yang ditanam berasal dari benih merah/rawit yang buruk. Tips atau cara untuk Menyiapkan benih merah/rawit yang baik adalah sebagai berikut :

1.     Pilih buah cabe merah/rawit lebih besar dari yang buah cabe lainnya, yang sehat dan matang merah  sempurna.
2.     Hilangkan bagian pangkal dan ujungnya.
3.     Sayat lah bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4.     Keringkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Langkah selanjutnya adalah menyemai benih buah dari tanaman cabe merah/rawit yang sudah kering tadi untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai bibit cabe merah/rawit ini diawali dengan merendam benih cabe merah dengan air hangat selama kurang  lebih 30 menit. Selanjutnya benih cabe merah/rawit tersebut direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. hal ini juga bertujuan untuk menyeleksi bibit cabe merah/rawit yang baik dan yang buruk.
Benih cabe merah/ rawit yang mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus  dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.
Tempat persemaian tanaman cabe merah/rawit harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih cabe merah/rawit. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan  perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan  perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih cabe merah/rawit  tersebut satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih cabe merah/rawit  tidak terlihat. Selama benih cabe merah/rawit tersebut belum  tumbuh kondisi media harus selalu lembab. untuk mengurangi presentse pencurian benih yang dilakukan semut. Benih cabe merah/rawit siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila  sudah memiliki empat  daun yang sempurna.
B. Media Tanam Cabe Rawit/Merah
Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang usaha budidaya tanaman cabe merah/rawit. Dari media tanam ini tanaman cabe merah/rawit akan menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui  akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum bibit cabe merah/rawit dipindahkan supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari  tanah gembur atau , kompos, dan sekam padi dengan perbandingan yang sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke dalam pot atau  polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.
Komponen-komponen di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun akan saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan  melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk  menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman cabe merah/rawit.
Sebaiknya bahan-bahan pupuk kompos yang digunakan adalah bahan yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Hal ini dimaksudkan untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan,  minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos.
C. Penanaman bibit cabe merah/rawit
Pada tahap penanaman dalam cara budidaya/menanam cabe merah/rawit dalam pot ini bibit cabe merah/rawit yang ditanam hanya bibit yang baik yang digunakan dengan ciri-ciri sudah memiliki minimal empat daun yang sudah tumbuh dengan sempurna, bibit tanaman cabe merah/rawit sehat dan pertumbuhannya bagus.  tahap demi tahap proses penanaman tanaman cabe dapat diuraikan dibawah ini.
1.     Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran bibit cabe itu sendiri.
2.     Sobek bibit cabe dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar tanaman cabe merah/rawit akan terputus.
3.     Masukanlah bibit cabe merah/rawit ke dalam lubang yang telah disediakan.
4.     Tutup bagian atas media bibit cabe merah/rawit  dengan tanah  bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
5.     Siramlah media tanaman cabe merah/rawit dengan air biasa sampai cukup basah.
Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman cabe merah/rawit diberi pelindung baik dengan waring atau dengan daun pisang dll. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit cabe yang baru ditanam  tidak layu dan tetap segar .
 D.Perawatan Tanaman Cabe Merah/Rawit
Dalam usaha budidaya atau menanam tanaman cabe  merah/rawit dalam pot atau polybag  hal terakhir yang dilakukan adalah cara atau teknik merawat tanaman cabai merah atau rawit, pada tahap ini kami menyarankan untuk menggunakan pupuk organik  untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam  tahap perawatan tanaman cabe merah/rawit ini adalah
1.     Penyiraman tanaman cabe dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari.
2.     Lakukan pemupukan dengan benar dan rutin.
3.     Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.

Sumber : googlesearch.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar